Posts

Puisi, (Biasnya)

Biasnya.. Ku kedip kan mataku menyorot layar redup handphone Entah tak tau apa yg ingin ku tulis dalam sebuah catatan tentang puisi untukmu hari ini. Layu ku menatap sambil lalu menekan tombol demi tombol untuk menyusun sebuah kata menjadi kalimat bermakna.  Ku singkap selimut tuk melihat cahaya senja sore ini, hanya sekedar ingin tau bagaimana keadaanmu disana. Jangan tanya aku tentang kabarku yang masih terbaring lemas berselimut kan kerinduan. Tak lekang, masa menjawab bagaimana sejarah bisa terjadi di hadapanmu, tentang apa dan bagaimana kau merasa akan sebuah dekapan rindu dalam lantunan do'a.  Subuh menjadi perumpamaan bagaimana cara pengilustrasian rindu hingga menjelma menjadi matahari.. Ku tak sadar  terlelap dalam balutan selimut hingga ku terbangun, deringan alarm membisikan waktu subuh tiba, alhamdulillah... Ku rasa tak akan tertinggal  biasnya saat terbit pikirku.. Biasnya yang kau rasa tiap pagi  kan sangat terasa...

Puisi, (Pudarnya Pesona Cleopatra)

Pudarnya Pesona Cleopatra Saat..   Terbit cahaya di irisan pegunungan, memisah silaunya laut  dan birunya langit. Ku rasa.. Sejuk gersang lembut pagi menyapa, hingga embun menitik di padang Sahara. Ku Menanti.. Merpati  melintasi awan putih, seperti sajak tanda puisi mewarnai senja langit ini.  Disini..   Ku duduk dengan secangkir kopi, seduh ku temukan pahit manisnya, dengan segala esensi kenikmatnya.  Kusadari..   Bahwa tak ada embun yang selalu menitik  setiap pagi dan tak selalu ada senja dengan warna warni gelap redup terangnya sore hari.  Memudar..   Bukan hanya tinta yang memudar bila terkena tetes hujan, tapi juga cinta.  Seperti pudarnya pesona Cleopatra yang hanya menyisakan bercak cerita.  El_ihsan

Puisi, (Bunga)

Bunga Kamu... Yang jika di artikan namanya adalah bunga.. Bunga indah dengan sari di kelopak nya.. Aku... Aku yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu.  Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu. Sementara kamu bukan masa lalu.. Tapi masa depan ku Melihatmu... melihatmu sama saja menumpuk rindu. El_ihsan

Puisi, (Tau kah kau)

Tau Kah Kau Jika Cinta seperti penyair berdarah dingin yg tak kenal lelah..  Dan Sayang bagai bait syair yang tak ada ujungnya.. Maka Cemburu adalah narasi sejuta makna tanpa batas.. Oleh karena itu, Rindu bak sajak puisi yg tak kenal mati.. El_ihsan

Puisi, (Duniaku)

Duniaku Dalam duniaku, ku temukan engkau  yang berhasil memiliki hati ini.. Pada lantunan puisi yg di hembuskan angin Dan larik kalimat yg terseret ombak lautan.. Yang Menjadikannya melodi indah untaian doa dalam pengharapan Dalam senja dan subuh yang ku panjatkan.. El_ihsan

Puisi, (Esensi Kopi)

Esensi Kopi Kopi itu tentang  kesederhanaan  bukan  kesempurnaan, Darinya aku mengerti,  setiap hela nafas  sama  seperti tiap  tegukan  antara  manis dan pahit..  El_ihsan

Puisi, (Melangit)

Melangit Demi tuhan yang mencintai kejayaan Dan aku sesungguhnya cukup yakin Percaya jalan perjuangan cintamu Jalanmu dan jalanku Jalan cinta! Hanya cinta! Salam hangat untukmu putri kartini.  Aku melihatmu kembali pada senyum yang merekah di jejak desiran sajak,  Dalam buaian mimpi seorang pujangga di hari itu.. El_ihsan