Puisi, (Biasnya)
Biasnya.. Ku kedip kan mataku menyorot layar redup handphone Entah tak tau apa yg ingin ku tulis dalam sebuah catatan tentang puisi untukmu hari ini. Layu ku menatap sambil lalu menekan tombol demi tombol untuk menyusun sebuah kata menjadi kalimat bermakna. Ku singkap selimut tuk melihat cahaya senja sore ini, hanya sekedar ingin tau bagaimana keadaanmu disana. Jangan tanya aku tentang kabarku yang masih terbaring lemas berselimut kan kerinduan. Tak lekang, masa menjawab bagaimana sejarah bisa terjadi di hadapanmu, tentang apa dan bagaimana kau merasa akan sebuah dekapan rindu dalam lantunan do'a. Subuh menjadi perumpamaan bagaimana cara pengilustrasian rindu hingga menjelma menjadi matahari.. Ku tak sadar terlelap dalam balutan selimut hingga ku terbangun, deringan alarm membisikan waktu subuh tiba, alhamdulillah... Ku rasa tak akan tertinggal biasnya saat terbit pikirku.. Biasnya yang kau rasa tiap pagi kan sangat terasa...