Puisi, (Pudarnya Pesona Cleopatra)


Pudarnya Pesona Cleopatra


Saat.. 

Terbit cahaya di irisan pegunungan, memisah silaunya laut  dan birunya langit.

Ku rasa..
Sejuk gersang lembut pagi menyapa, hingga embun menitik di padang Sahara.

Ku Menanti..
Merpati  melintasi awan putih, seperti sajak tanda puisi mewarnai senja langit ini. 

Disini.. 
Ku duduk dengan secangkir kopi, seduh ku temukan pahit manisnya, dengan segala esensi kenikmatnya. 

Kusadari.. 
Bahwa tak ada embun yang selalu menitik  setiap pagi dan tak selalu ada senja dengan warna warni gelap redup terangnya sore hari. 

Memudar.. 
Bukan hanya tinta yang memudar bila terkena tetes hujan, tapi juga cinta. 
Seperti pudarnya pesona Cleopatra yang hanya menyisakan bercak cerita. 



El_ihsan

Comments

Popular posts from this blog

Puisi, (Bunga)

Puisi, (Biasnya)

Puisi, (Duniaku)